Paket Wisata Open Trip Baduy

Open Trip Baduy
Foto: Trip Gabungan Baduy

Paket wisata Baduy merupakan wisata murah ala backpacker dengan konsep open trip Baduy, dimana wisata ini digabung dengan peserta lain jika minimal quota keberangkatan Anda hanya kurang dari 10 orang. Mengapa di gabung? Ini beralasan untuk meminimalisir budget untuk memenuhi semua fasilitas di paket wisata Baduy. Paket ini sangat cocok sekali bagi Anda yang berjiwa traveling backpacker dan mempunyai kuota peserta kurang dari sepuluh orang untuk mengikuti paket wisata Baduy.

Jadwal Open Trip Baduy 2019

23 - 24 November 2019
Dari Jakarta
30 November - 01 Desember 2019
Dari Jakarta
07 - 08 Desember 2019
Dari Jakarta
14 - 15 Desember 2019
Dari Jakarta
21 - 22 Desember 2019
Dari Jakarta
28 - 29 Desember 2019
Dari Jakarta

OPEN TRIP BADUY adalah salah satu produk paket wisata Haraduta Wisata yang dapat mengantarkan Anda untuk mengeksplore ke pemukiman Suku Baduy Dalam dengan harga yang hemat serta fasilitas bersifat sharing cost atau digabung dengan peserta lainnya. Durasi dari Paket Wisata Open Trip Baduy ini adalah 2 hari 1 malam yang bermeeting point di Stasiun Tanah Abang. Untuk keberangkatan dari Paket Wisata Open Trip Baduy, kami telah menyusun schedule di setiap week end dan Anda para traveller dapat memilih tanggal yang sudah kami tentukan. Sebelum Anda bergabung di Open Trip Baduy ini, kami sarankan untuk membaca keterangan detailnya dibawah ini. Jika detail dari Open Trip ini masih ada yang belum dipahami, silahkan hubungi kami di nomor telepon yang sudah tertera. 

Suku Baduy secara umum terbagi menjadi 3 desa, yaitu : Cibeo, Cikeusik, dan Cikertawarna. Suku Baduy selalu mematuhi semua kebiasaan dan peraturan yang sudah ditetapkan oleh Pu'un atau kepala Suku Baduy. Kepatuhan terhadap kebiasaan ini adalah aturan yang harus dipatuhi untuk hidup bersama. Selain itu, didorong oleh kepercayaan yang kuat, hampir seluruh masyarakat Baduy tidak pernah menentang atau menolak aturan yang diterapkan Pu'un (Kepala Suku).

DESTINASI OPEN TRIP BADUY

Baduy Luar

Baduy Luar

Suku Baduy adalah salah satu suku yang ada di Indonesia yang bermukim di alam sekitar Gunung Kendeng, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Suku Baduy hidup harmonis serta bergantungan pada alam di sekitar. Pada Suku Baduy Luar telah dipengaruhi oleh gaya hidup masyarakat modern jaman sekarang. Untuk mata pencaharian Suku Baduy Luar adalah berladang dan bertani. Namun ada keunikan dari kedua suku ini (Suku Baduy Luar dan Suku Baduy Dalam) yaitu tidak mengenal serta menggunakan alat untuk menggarap sawah, contohnya mesin penggarap serta kerbau. Penggunaan mesin memang sangat dilarang di daerah ini. Dan aturan adat melarang Suku Baduy untuk memelihara hewan berkaki empat.

Untuk masalah berbusana untuk masyarakat pria Baduy Luar, mereka mengenakan baju yang memiliki warna hitam serta ikat kepala yang memiliki warna biru tua dan memiliki corak batik khas dari Lebak. Untuk desain pakaian Baduy Luar terbelah dua sampai dengan bagian bawah, layaknya baju yang biasa dikenakan khalayak ramai. Dan untuk pakaian dari masyarakat Baduy Luar boleh ada kantongnya dan boleh memakai kancing. Sangat berbeda dengan pakaian dari Baduy Dalam, pakaian atau baju dari masyarakat Baduy Luar tidak di haruskan terbuat dari benang kapas murni.

Baduy Dalam

Baduy Dalam

Baduy Dalam merupakan salah satu dari dua Suku Baduy yang masih memegang teguh aturan adat dan menjalankan dengan baik. Baduy Dalam dengan pikukuh atau kukuh yang masih sangat ketat untuk melarang menggunakan barang - barang elektronik seperti TV, handphone, jam dan lain - lain. Dan secara menyeluruh untuk masyarakat Baduy Dalam berkomitmen untuk memilih hidup tanpa menggunakan listrik, berjalan kaki kemana pun dan tanpa alas kaki. Mata Pencaharian dar Suku Baduy Dalam sama seperti Suku Baduy Luar yaitu berladang dan bertani.

Untuk urusan berpakaian untuk pria, Suku Baduy Dalam dapat dibedakan dengan penampilannya yaitu selalu memakai baju berlengan panjang dan memiliki warna putih polos, yang disebut oleh Suku Baduy adalah "Jamang Sangsang". Disebut Jamang Sangsang karena cara memakainya hanya cukup disangsangkan, atau di ikat di badan.

Desain dari baju Jama Sangsang ini cukuo dilubangi di bagian leher hingga pada bagian dada. Potongannya tidak memakai kerah dan juga tanpa menggunakan kancing satu pun serta tidak terdapat kantong. Untuk pembuatan Jamang Sangsang ini cukup menggunakan tangan saja dan tidak diperbolehkan untuk dijahit oleh mesin. Bahan dari Jamang Sangsang ini pun harus terbuat dari benang kapas yang di tenun.

Untuk pakaian bagian bawah dari Suku Baduy Dalam ini yaitu menggunakan berupa kain seperti sarung yang memiliki warna biru kehitaman. Meskipun sekilas nampak layaknya celana, akan tetapi kain itu hanyalah dililitkan dibagian pinggang saja. Supaya kain tersebut tidak melorot dan kuat, kain tersebut diikat dengan selembar kain. Dan pada bagian kepala, Suku Baduy Dalam menggunakan ikat kepala yang memiliki warna putih polos.

Jembatan Akar

Jembatan Akar Baduy

Kehidupan suku Baduy masih sangat primitif, dan sampai sekarang Suku Baduy masih menolak kehadiran teknologi dalam kehidupan mereka. Namun selain berburu dan memanfaatkan hasil panen, Suku Baduy memiliki kemampuan untuk membangun sesuatu tanpa menggunakan paku, baut atau alat lainnya.

Secara logis, ini tentu sangat tidak mungkin dan tidak masuk akal. Namun nyatanya, disekitar pemukiman Suku Baduy ada Jembatan Akar yang terkenal karena dibangun oleh Baduy tanpa ada pengikat sama sekali. Jembatan akar selebar 50 cm ini membentang di atas Sungai Cisimeut. Jembatan akar ini menghubungkan antara Suku Baduy dengan peradaban luar. Jembatan ini adalah salah satu rute yang akan kita temui ketika masuk ke wilayah Suku Baduy dan menjadi ikon utama ketika mengunjungi tempat ini.

Jembatan Akar Baduy masih terlihat kokoh dan menawan, meski hanya terbuat dari akar pohon. Sementara di bagian bawah ada bambu yang juga bisa digunakan sebagai jalan. Jembatan akar ini berdiri tepat di Desa Batara, Banten. Berdasarkan cerita orang - orang di sekitar, Jembatan Akar itu awalnya hanya pohon bambu di sungai yang dilintasi oleh orang - orang yang akan mengunjungi ladang dan desa mereka. Namun seiringnya waktu, bambu ini ditelusuri oleh akar pohon yang tebal. Konon, proses perambatan akar berlangsung sekitar 50 hingga 70 tahun.

Jembatan akar adalah salah satu bukti bagaimana masyarakat Baduy bersinergi dengan alam. Namun, apa pun faktanya, keberadaan jembatan akar adalah saksi keberadaan dan kehidupan Suku Baduy. Meski terlihat cukup menyeramkan dan tidak semua orang berani menyeberangi jembatan ini, Jembatan Akar sangat aman untuk dikunjungi wisatawan. Namun kita harus tetap berpegangan dan berhati-hati ketika melintasi Jembatan Akar ini karena jembatan ini cukup licin, dan di bawah jembatan adalah sungai dengan arus yang cukup deras.

BIAYA OPEN TRIP BADUY

  • Dari Jakarta (Stasiun Tanah Abang) : Rp 275.000/orang.

SUDAH TERMASUK

  • Transportasi (Elf / Angkot) Rangkasbitung - Ciboleger PP
  • Guide lokal
  • Makan 2 kali selama di Baduy Dalam (makan malam dan makan pagi)
  • Biaya perizinan masuk Pemukiman Suku Baduy
  • Penginapan (di rumah Suku Baduy Dalam)

BELUM TERMASUK

  • Tiket Kerteta Commuterline Stasiun Tanah Abang - Rangkasbitung PP : Rp 16.000/orang
  • Biaya porter (optional)
  • Tips guide (sukarela)

ITINERARY OPEN TRIP BADUY

Hari Ke 1

  • 06.00 : Meeting point di Stasiun Tanah Abang, registrasi ulang dan kenalan sesama peserta
  • 06.30 : Perjalanan menuju Rangkasbitung dengan Kereta Commuterline
  • 09.00 : Stasiun Rangkasbitung menuju Desa Ciboleger dengan elf atau angkot
  • 11.00 : ISHOMA dan beli bekal
  • 12.00 : Trekking Ciboleger - Baduy Luar – Baduy Dalam (estimasi waktu 4jam) bisa beli oleh-oleh khas Baduy Luar dan melihat penduduk Baduy sedang menenun.
  • 16.00 : Masuk ke homestay masing - masing sekalian bersih - bersih dan keliling desa kemudian makan malam
  • 19.00 : Makrab dan cerita tentang kehidupan di Baduy
  • 21.00 : Istirahat

Hari Ke 2

  • 05.00 : Bangun, sholat (bagi beragama muslim) dan menikmati Desa Baduy Dalam di pagi hari. Melihat aktifitas penduduk Baduy Dalam
  • 06.00 : Sarapan dan persiapan ke Ciboleger atau Cikuom (bisa membeli oleh - oleh pernak pernik di baduy dalam sebelum pulang)
  • 07.00 : Treking dari Baduy Dalam ke Ciboleger via Jembatan Akar
  • 11.30 : Perjalanan Stasiun Rangkasbitung dengan elf atau angkot
  • 13.00 : Ishoma (makan siang di sekitar stasiun)
  • 14.00 : Pulang dengan kereta commuterline dari Stasiun Rangkasbitung

CATATAN

  • Tidak ada sinyal dan listrik di Baduy Dalam
  • Tidak ada MCK di Baduy Dalam. Semua kegiatan MCK di sungai (Pria dan Wanita terpisah)
  • Trekking sekitar 3 sampai dengan 4 jam naik turun bukit. Mohon untuk persiapkan fisik
  • Hanya Warga Negara Indonesia yang boleh masuk Baduy Dalam

LARANGAN YANG WAJIB DI PATUHI

  • Menghargai atau menghormati adat istiadat yang ada di Baduy
  • Mengisi buku tamu yang telah disediakan
  • Tidak membawa radio tape serta tidak membunyikannya selama berada di Baduy
  • Tidak membawa gitar atau memainkan selama di Baduy
  • Tidak membawa senapan angin atau sejenisnya
  • Tidak menangkap atau membunuh binatang yang di perjalanan
  • Tidak membuang sampah sembarangan (terutama dari kaleng atau plastik)
  • Tidak membuang sampah ataupun sejenisnya ke sungai
  • Tidak membuang puntung rokok yang masih menyala
  • Tidak meninggalkan api bekas masak atau api unggun dalam keadaan menyala
  • Tidak mencabut atau merusak tanaman sepanjang jalan yang dilalui
  • Tidak membawa atau mengkonsumsi minuman yang memabukkan
  • Tidak membawa atau mengkonsumsi obat-obatan terlarang (narkoba, sabu, dan lain-lain)
  • Tidak melanggar norma susila
  • Tidak ada kamar mandi / toilet, semua kegiatan MCK dilakukan di sungai dan tidak boleh menggunakan sabun dan pasta gigi.
  • Melaksanakan ajaran atau perintah agama secara tertib dan tidak mencolok
  • Bagi orang bukan warga negara indonesia dilarang masuk ke Baduy Dalam (Cibeo, Cikeurtawana, Cikeusik, hutan tutupan/larangan)
  • Dilarang memotret, membawa rekaman video, membuat film, membuat rekaman suara di wilayah Baduy Dalam (berfoto atau memgambil video diperkenankan sampai Baduy Luar)
  • Pada bulan Kawalu Baduy Dalam akan ditutup selama 3 bulan berturut - turut untuk tamu dan wisatawan
  • Semua tamu atau pengunjung tanpa terkecuali dilarang memasuki hutan tutupan

BARANG YANG DISARANKAN UNTUK DI BAWA

  • Sepatu atau sendal trekking yang nyaman
  • Sarung / Selimut / Kain / Sleeping Bag (karena udaranya dingin)
  • Obat - obatanan pribadi seperti : Salonpas, Tolak Angin, Autan, Minyak Kayu Putih) sesuai kebutuhan masing - masing
  • Air minum
  • Cemilan atau makanan ringan penambah tenaga (madu, coklat, vitamin)
  • Jas hujan atau mantel (WAJIB)
  • Ransel maksimal 40L
  • Trekking pole (optional)
  • Senter atau head lamp
  • Kacamata lensa gelap (optional)
  • Kamera
  • Sunblock
  • E-money : Flazz, Brizzi, Mandiri E-toll untuk naik Commuter Line saldo minimal IDR 20.000 (WAJIB)

PESERTA BISA KE STASIUN RANGKAS BITUNG MELALUI

  • Stasiun Tanah Abang
  • Stasiun Palmerah
  • Stasiun Kebayoran
  • Stasiun Pondok Ranji
  • Stasiun Jurang Mangu
  • Stasiun Sudimara
  • Stasiun Rawa Buntu
  • Stasiun Serpong
  • Stasiun Cisauk
  • Stasiun Cicayur
  • Stasiun Parung Panjang
  • Stasiun Cilejit
  • Stasiun Daru
  • Stasiun Tenjo
  • Stasiun Tiga Raksa
  • Stasiun Cikoya
  • Stasiun Maja
  • Stasiun Citeras

Anda bisa membuat wisata private tersendiri untuk paket wisata Baduy ini. Contohnya untuk acara bulan madu, tour wisata sekolah, prewedding, wisata keluarga, tour kantor, atau tour Baduy bersama teman-teman. Silahkan hubungi no tlp atau wa yang tersedia untuk informasi lebih lanjut mengenai paket wisata Baduy ini.